4 Kuliner Aceh selain mie Aceh yang wajib kamu coba

4 Kuliner Aceh selain mie Aceh yang wajib kamu coba

Kuliner Aceh dan sekitarnya tidak kalah dari masakan Padang, lho! Semangat silaturahmi dan kebersamaan di kalangan masyarakat Aceh menjadikan budaya makan di provinsi ini semarak, dan tentu menginspirasi masakan yang dihasilkan. Umumnya, kegiatan masak-memasak di Aceh diadakan bersama-sama dengan banyak orang. Menarik, kan?

Pengaruh adat Melayu, Asia Selatan, dan Timur Tengah juga membuat masakan Aceh cenderung berlemak dan beraroma kuat. Penasaran seperti apa kuliner Aceh dan sekitarnya?ini dia 4 Kuliner Aceh selain mie Aceh yang wajib kamu coba.

KUAH BEULANGONG

Pada hari raya Idul fitri yang lalu, Kuah Beulangong dapat mudah ditemukan di berbagai tempat di Aceh. Maklum, kuliner Aceh sekitarnya ini memang kerap dipersiapkan untuk menyambut hari-hari besar keagamaan.

Berdasarkan adat setempat, hidangan kari daging kambing atau sapi ini hanya boleh dimasak oleh laki-laki. Apalagi, proses memasaknya cukup rumit. Selain persiapan yang menghabiskan tenaga, Kuah Beulangong biasa disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati oleh orang satu kampung. Maklum, nama ‘beulangong’ sendiri berasal dari kata ‘belanga’, atau kuali besar.

 

Untuk rasa, tak perlu diragukan lagi. Karena dimasak dalam waktu lama (sekitar 2-4 jam), daging kambing atau sapi menjadi sangat empuk. Plus, rempah-rempahnya meresap sempurna! Sedikit rasa pedas semakin melengkapi gurihnya Kuah Beulangong.

SATE MATANG

Jangan tertipu dengan penampilan Sate Matang yang tampak ‘mini’. Dibuat dari daging sapi atau kambing, sate ini dilumuri lemak sapi atau kambing lagi (sesuai bahan dasarnya) sebelum dibakar. Lalu, sate disajikan dengan bumbu kacang dan kuah kaldu yang dibuat dari tulang sapi atau kambing. Pasti menggugah selera!

 

Cabai rawit dicampur ke kuah kaldu atau bumbu kacang, sehingga kamu bisa memesan sesuai keinginanmu. Di Bireuen, Aceh, kebanyakan warung Sate Matang buka 24 jam. Kamu dapat memilih untuk menikmati Sate Matang pada saat sarapan, makan siang, atau makan malam.

SIE REUBOH

Secara harfiah, Sie Reuboh berarti daging rebus. Namun kuliner Sie Reuboh ini mengacu pada daging sapi campur lemak dan tetelan, yang dimasak dengan rempah-rempah seperti cabai merah, bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, dan sebagainya. Yang membuat unik Sie Reuboh adalah penggunaan cuka Aceh. Masakan dengan taste asam-pedas ini pun menjadi harum

 

Kuliner Aceh dan sekitarnya ini memang memanfaatkan ‘cuka enau’, yang juga kerap disebut ‘cuka gampong’ atau ‘cuka ijuk’. Selain untuk menguatkan rasa, cuka yang banyak dijual di pasar tradisional ini mampu melunakkan daging dan mengawetkan masakan secara alami. Tak heran jika masyarakat Aceh rela berlama-lama memasak Sie Reuboh. Sekali masak, Sie Reuboh bisa tahan hingga berbulan-bulan!

KUE/KUEH BHOI

Kue/kueh Bhoi atau bolu khas Aceh juga sering disajikan pada hari raya Lebaran. Dulunya bentuk kue ini menyerupai ikan, namun sekarang sudah dimodifikasi menjadi aneka ragam seperti bunga atau binatang lainnya, sehingga sering menarik perhatian anak-anak. Kue Bhoi juga dijadikan sebagai isi seserahan dari calon pengantin lelaki kepada calon pengantin perempuan

 

Berbahan dasar tepung terigu, telur, dan gula; kue ini bisa kamu temukan di pasar-pasar tradisional di Aceh, misalnya di Pasar Aceh atau Pasar Seutui. Kamu juga bisa membelinya di toko-toko di daerah Lampisang/Lhoknga, Aceh Besar;; pantai utara di Keude Lueng Putu Pidie Jaya, Beureunuen; dan kota Sigli

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
 

Recomendasi Bacaan

Billy

Billy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *